You are here
Home > Pria > Bercinta Yang Aman Saat Istri Hamil Tua

Bercinta Yang Aman Saat Istri Hamil Tua

Keintiman  hubungan pasangan suami istri (pasutri) saat sang istri tengah hamil tua dengan kondisi perut yang membesar, akan berbeda dari sebelumnya. Hal ini sering terjadi lantaran sang suami atau istri merasa takut untuk melakukan kegiatan bercinta.

Mengenai hal itu, psikolog dari Jagadnita Colsulting, Dra. Clara Istiwidarum K, MA, CPBC, mengungkapkan alasannya. Menurutnya hal itu sering terjadi lantara secara psikologi pasutri merasakan kekhawatiran yang berlebihan untuk melakukannya.

“Berhubungan intim saat istri tengah hamil besar bila dilihat secara medis sebetulnya baik dilakukan untuk menunjang proses kelahiran. Perasaan khawatir itu bisa muncul dari pasangannya atau penolakan dari calon ibu yang merasa badannya besar.”

Nah, untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman diantara pasutri, hal utama yang harus dilakukan ialah menerapkan komunikasi terbuka dengan pasangan.

“Hubungan intim itu harus dibicarakan terbuka dan jujur sejak awal perkawinan. Artinya saat awal mulai mengeksplorasi gaya bercinta apakah keduanya dapat saling memuaskan atau tidak. Disini harus adanya saling keterbukaan dan mau mengutarakan agar kebahagiaan dan pengungkapan rasa cinta dan sayang dapat diterima dengan baik.”

Katika kandungan seoran wanita sudah semakin besar, kondisi fisik dapat memberi pengaruh terhadap hubungan intim. Tapi kalau dibicarakan secara terbuka, nyaman dan jujur, semua kendala itu dapat dilalui.

“Untuk lebih amannya lagi dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu, jadi rasa khawatir itu bisa terjawab. Selain itu, pasutri dapat mengetahui posisi tertentu yang harus dihindari, sehingga kegiatan diatas ranjang tidak berhenti sama sekali.”

Lain halnya bila pasutri merasa enggan berhubungan seksual saat istri tengah berbadan dua dengan kondisi kesehatan yang terganggu. Sehingga mereka tidak dapat melakukan rutinitas di atas ranjang.

Kalau semua itu sudah saling disepakati karena memang kekhawatiran itu bukan sekedar rasa khawatir semata, tapi karena harus hati-hati terkait kesehatan pasangannya, berhubungan badan pun dapat diganti dengan aktivitas lain yang sama-sama menyenangkan.

Semisal ciuman atau petting, terpenting keduanya dapat menikmatinya dengan maksimal.

Menurutnya lagi, komunikasi yang terbuka dengan pasangan memang menjadi kunci utama hubungan pasutri. Saat komunikasi terjalin baik, maka apapun masalahnya dapat teratasi.

Sementara kebalikannya, saat komunikasi tidak terjalin baik, salah satu pasangan dapat merasa tidak dihargai.

Kalau tidak sama-sama jujur atau terbuka, maka salah satu pasangan dapat merasa sakit hati, tidak bahagia, dan tidak dihargai. Hal itu disebabkan dia merasa hanya sebagai pemuas nafsu belaka.

Top