You are here
Home > Rumah Tangga > 10 Tips Membina Rumah Tangga Harmonis

10 Tips Membina Rumah Tangga Harmonis

tips membina rumah tangga harmonis

Untuk membina rumah tangga yang harmonis tentu saja bukanlah perkara yang mudah. Akan tetapi bukan juga perkara yang sulit untuk dijalankan. Pada dasarnya kunci keharmonisan rumah tangga adalah adanya komunikasi satu sama lain dan saling mengerti kebutuhan pasangan. Karena dalam sebuah hubungan rumah tangga kita tidak hidup untuk mencukupi kebutuhan kita sendiri. Ada pasangan dan anak yang harus kita mengerti juga kebutuhannya.

Berikut ini adalah 6 tips membina rumah tangga harmonis yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan rumah tangga Anda.

1. Berusaha Saling Mengenal & Memahami Satu Sama Lain

saling mengenal

Perbedaan tempat tinggal dan kondisi baik suami maupun istri akan sangat berpengaruh dalam pembentukan selera, perilaku, dan sikap yang berbeda. Hal-hal kecil yang tidak sesuai dengan kebiasaan suami maupun istri terkadang bisa menjadi perselisihan. Hal ini merupakan sebuah kewajiban baik suami dan istri untuk memahami keadaan pasangannya. Mereka harus saling mengetahui hal yang berkaitan dengan kehidupan pasangannya demi mewujudkan sebuah keharmonisan rumah tangga.

2. Sikap Berterus Terang

saling terus terang jujur

Sikap terus terang, kejujuran, dan keberanian adalah kunci kebahagiaan kehidupan rumah tangga yang tidak mungkin nihil dari kesalahan. Dalam artian, jika Anda melakukan kesalahan, maka yang harus Anda lakukan adalah segera meminta maaf, berani mengakuinya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi di kemudian hari. Sikap tersebut sama sekali tidak berarti menurunkan status dan harga diri Anda. Hal itu justru mendorong pihak lain untuk menghormati, mempercayai, dan memaafkan Anda.

3. Saling Menghormati

saling menghormati pasangan

Ketika suami atau istri memasuki rumahnya, maka dia layak mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari pasangannya. Hal itu bertujuan untuk menjaga harkat dan mengangkat prestise pasutri, sehingga masing-masing merasa nyaman untuk membangun rumah tangga harmonis. Dalam hal ini, sudah menjadi kewajiban pasangan suami istri untuk mencari poin-poin positif yang dimiliki masing-masing untuk digunakan sebagai penopang sikap saling menghormati.

4. Berusaha Menyenangkan Pasangannya

saling menyenangkan pasangan

Dalam kehidupan keluarga, bahkan dalam kehidupan sosial secara umum, jika seseorang berusaha mengedepankan dan mengutamakan orang lain dari dirinya sendiri, maka berarti dia telah menanamkan kasih sayang dan kedekatan kepada semua orang di sekelilingnya.

Dengan demikian, pasangan suami istri disarankan untuk senantiasa menyenangkan pasangannya, dan mendahulukan serta mengutamakannya dari dirinya sendiri, demi memperkukuh ikatan cinta kasih di antara keduanya. Pasalnya, ketika suami melihat istri membaktikan diri untuk menyenangkan dirinya, tentunya dia akan melakukan sesuatu yang bisa membuat senang dan gembira hati istri. Hal itu dilakukannya untuk membalas kebaikan istrinya, atau setidaknya sebagai pengakuan atas kebaikan tersebut.

5. Mengatasi Permasalahan Bersama

mengatasi masalah bersama

Setelah memasuki hubungan rumah tangga, masalah akan datang bukan hanya dari diri Anda sendiri, melainkan dari pasangan. Jika masalah itu datang dari Anda, ceritakan dan bicarakan dengan baik bersama pasangan. Libatkan dia dalam urusan bersama untuk memecahkan sebuah masalah.

Hal ini akan membuat Anda lega, karena Anda tidak sendiri dalam menghadapi masalah tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika pasangan Anda mengalami sebuah masalah, libatkan diri Anda untuk membantu mengatasi permasalahan bersama. Sebisa mungkin jadikan permasalahan sebagai sebuah bentuk proses untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

6. Nikmati Kebersamaan Dengan Pola Pikir Yang Kaya

pola pikir kaya

Ada 2 hal yang merupakan dasar dari permasalahan rumah tangga, yaitu kurangnya cinta dan kurangnya harta. Untuk yang kedua, yaitu harta, maka tidak ada jalan lain untuk menyelesaikannya kecuali dengan sifat qonaah.

Qonaah merupakan sifat merasa cukup dan puas dengan segala yang di anugrahi oleh Tuhan. Jika dalam rumah tangga dilandasi qonaah, maka kehidupan rumah tangga pun akan harmonis dan tentram. Suami akan merasa nyaman bekerja, bahkan akan bertambah semangat.

Sebaliknya jika istri tidak qonaah, kehidupan rumah tangga pasti terasa gersang. Berapapun besarnya pemasukan dari suami, tetap akan merasa kekurangan. Akibatnya Suami menjadi gelisah. Produktivitas kerjanya menurun. Dan selalu ia mendapatkan masalah dalam hal ini. Bahkan tidak jarang suami mengalami demotivasi. Ia tidak lagi bergairah karena merasa betapapun kerasnya bekerja, semua itu sama sekali tidak artinya di hadapan sang istri.

 

Top