You are here
Home > Percintaan > 10 Penyebab Terjadinya Perceraian

10 Penyebab Terjadinya Perceraian

Sejatinya tujuan pernikahan adalah membentuk sebuah keluarga yang baik di mata Tuhan. Akan tetapi rintangan halangan cobaan dan ujian dalam kehidupan rumah tangga pastinya akan selalu terjadi dalam rangka untuk menguji kesabaran dalam hidup berumah tangga.

Merencanakan sebuah pernikahan tanpa dulu mempersiapkannya dengan matang baik secara lahir maupun batin akan menjadi salah satu penyebab utama patahnya suatu hubungan dalam kehidupan rumah tangga yang sudah dibangun. Dan perceraian adalah jalan terakhir untuk ditempuh. Dampak dari perceraian bukan hanya melibatkan kedua belah pihak, suami dan istri, tetapi juga anak-anak dan keluarga. Adapun beberapa faktor yang dikatakan menjadi penyebab retaknya suatu pernikahan dan kemudian memutuskan untuk bercerai.

Berikut ini adalah 10 penyebab perceraian yang perlu Anda ketahui:

1. Kurang Komunikasi

Memang ironis di jaman sekarang saat sudah banyak alat komunikasi yang canggih, masih banyak orang yang malah jarang saling berkomunikasi dengan suami/istri sendiri, dan lebih sering berkomunikasi dengan teman-teman kantor, rekan-rekan kerja, bos mereka atau teman-teman arisan. Juga jarang berdoa bersama atau beribadah bersama, karena makin sibuk dengan urusan masing-masing, bahkan di hari libur sekalipun.

2. Romantisme Meredup

Bagi yang sudah lama menikah, wajar sih jika kita kadang merasa bosan, jenuh, capek dan sebagainya. Sekali-kali pergi berduaan saja ke tempat-tempat saat pacaran dulu atau berbulan madu yang murah meriah bisa membantu membangkitkan api cinta lagi. Jika memang ada duit lebih, bisa juga ikut tour atau ziarah suci.

3. Perselingkuhan

Sebagian orang kurang bersyukur dan tidak pernah puas dengan apa yang dia miliki, sehingga suka coba-coba atau kena pengaruh negatif teman. Sebagian lagi merasa menyesal atau sudah salah pilih lalu cari pelampiasan, dan ada pula yg kembali ke cinta lamanya (berhubungan kembali dengan mantan kekasih).

4. Ekonomi

Bisa dialami oleh pasutri dari keluarga yang sudah super mapan sekalipun. Aturlah keuangan dengan bijak dan tetap hidup sederhana, karena harta duniawi sebanyak apapun bisa habis juga. Juga bagi yang hendak menikah, jangan terlalu memaksakan diri mengadakan pesta mewah jika memang belum mampu dan masih banyak kewajiban mencicil sana-sini. Lebih baik menahan gengsi, daripada ekonomi langsung pincang dan menyesal di kemudian hari.

5. Tidak Mau Mengalah

Pernikahan bukanlah kuis adu kecerdasan untuk mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tapi sarana untuk belajar saling mengerti dan juga mengampuni. Saling menerima kekurangan masing-masing dengan bijak. Jangan suka menuntut pasangan kita untuk berubah sesuai kehendak kita, jika kita sendiri tidak pernah mau introspeksi diri. Jika sama-sama selalu keras kepala, maka bisa berakhir di pengadilan.

6. Campur Tangan Orang Tua

Ini masih cukup sering terjadi di Asia, termasuk Indonesia. Sebagian orangtua masih belum bisa menerima kenyataan kalau anaknya sudah menjadi milik orang lain, sehingga tanpa sadar suka intervensi terlalu jauh. Apalagi jika si anak kebetulan belum mandiri secara ekonomi atau masih membantu di perusahaan keluarga, orangtua msh merasa sangat berhak ikut mengatur hidup si anak.

7. Perbedaan Prinsip dan Keyakinan

Memang, ada sebagian kawin campur yang sukses bertahan lama. Tapi lebih banyak yang kandas di tengah jalan, bahkan cuma seumur jagung. Sebetulnya, banyak pasutri yang merasa sangat tertekan jika tidak bisa beribadah bersama atau dipaksa untuk pindah agama, tapi tetap berusaha bertahan hanya demi anak-anak mereka.

8. Konflik Peran

Jujur saja, di Indonesia masih banyak suami yang enggan membantu istri mengurus pekerjaan rumah tangga atau mengurus anak dengan berbagai alasan, terutama bagi yang sudah punya pembantu. Tak ada salahnya belajar dari pasutri di luar negeri yang jauh lebih kompak dalam hal ini, karena megurus anak maupun membereskan rumah sebetulnya adalah tugas berdua.

9. Perbedaan Besar Dalam Tujuan Perkawinan

Hal yang mendasar ini seharusnya dikomunikasikan sejak awal jauh sebelum menikah, tapi kebanyakan anak muda yang sedang dimabuk cinta saat pacaran memang cenderung menutup mata dan menganggap remeh. Padahal tujuan orang menikah berbeda-beda. Ada yg menikah hanya karena malu saja dengan teman-teman yang sudah menikah, ada yang menikah hanya karena mau meneruskan keturunan saja, ada yang hanya ingin memperbaiki status sosial saja, ingin bebas saja dari orangtua, dll.

10. Seks

Walau masih terdengar tabu dan termasuk di urutan akhir, seks terkadang juga bisa menjadi pemicu retaknya rumah tangga. Sekali lagi, komunikasi yg baik antar suami-istri sangat penting. Jika suami/istri kita sedang tidak mood atau kurang fit, jangan memaksanya. Kecuali maaf, satu-satunya tujuan pernikahan anda hanya untuk menikmati seks. Tapi kita manusia kan dikaruniai akal budi dan lebih beradab daripada binatang (semestinya).

Itulah 10 penyebab perceraian yang perlu Anda ketahui. Ada baiknya setiap pasangan lebih mengedepankan perasaan cinta ketimbang ego masing-masing jika sedang menghadapi masalah. Sebab cinta itu menyatukan dan ego memisahkan.

Top